font-weight:bold;"> Selamat Datang dibolg Media pembelajaran yang merupakan alat bantu proses belajar mengajar saya
  • SLIDER-1-TITLE-HERE

  • SLIDER-2-TITLE-HERE

  • SLIDER-3-TITLE-HERE

  • SLIDER-4-TITLE-HERE

  • SLIDER-5-TITLE-HERE

Tampilkan postingan dengan label Media pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

Makalah Media Pembelajaran Tiga Dimensi

Posted by Bahtiar on 05.21



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga dimensional. Kelompok media ini dapat berwujud sebagai benda asli baik hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya. Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas, atau siswa sekelas dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya di mana benda asli itu berada. Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas atau kelas tidak mungkin dihadapkan langsung ke tempat di mana benda itu berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif. Media tiga dimensi yang dapat diproduksi dengan mudah, adalah tergolong sederhana dalam penggunaan dan pemanfaatannya, karena tanpa harus memerlukankeahlian khusus, dapat dibuat sendiri oleh guru, bahannya mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Moedjiono (1992) mengatakan bahwa media sederhana tiga dimensi memiliki kelebihan-kelebihan: memberikan pengalaman secara langsung, penyajian secarakongkrit dan menghindari verbalisme, dapat  menunjukkan obyek secara utuh baik konstruksi maupun cara kerjanya, dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas, dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas. Sedangkan kelemahan-kelemahannya adalah: tidak bisa menjangkau sasaran dalam jumlah yang besar, penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatannya rumit. Media pembelajaran yang merupakan sarana dan prasarana untuk menunjang terlaksananya kegiatan pembelajaran serta penunjang pendidikan dan pelatihan tentunya perlu mendapat perhatian tersendiri. Keberadaannya tidak dapat diabaikan begitu saja dalam proses pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan tanpa adanya media pembelajaran, pelaksanaan pendidikan tidak akan berjalan dengan baik, termasuk dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Perkembangan media ini mulanya hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, yaitu gambar, model, objek dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkrit dan motivasi belajar sehingga dapat mempertinggi daya serap dan hasil belajar siswa.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian media pembelajaran tiga dimensi ?
2.      Apa saja jenis-jenis media pembelajaran tiga dimensi ?
3.      Bagaimana karakteristik media pembelajaran tiga dimensi ?
4.       Apa kelebihan dan kekurangan media pembelajaran tiga dimensi ?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran tiga dimensi.
2.      Untk mengetahui jenis-jenis media pembelajaran tida dimensi.
3.      Untuk mengetahui karakteristik media pembelajaran tiga dimensi.
4.      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan media pembelajaran tida dimensi.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Media Pembelajaran Tiga Dimensi
Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga dimensional. Kelompok media ini dapat berwujud sebagai benda asli baik hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya. Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas, atau siswa sekelas dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya di mana benda asli itu berada. Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas atau kelas tidak mungkin dihadapkan langsung ke tempat di mana benda itu berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif.Media tiga dimensi yang dapat diproduksi dengan mudah, adalah tergolong sederhana dalam penggunaan dan pemanfaatannya, karena tanpa harus memerlukan keahlian khusus, dapat dibuat sendiri oleh guru, bahannya mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Moedjiono (1992) mengatakan bahwa media sederhana tiga dimensi memiliki kelebihan-kelebihan: memberikan pengalaman secara langsung, penyajian secara kongkrit dan menghindari verbalisme, dapat menunjukkan obyek secara utuh baik konstruksi maupun cara kerjanya, dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas, dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas.

B.     Jenis-jenis Media Pembelajaran Tiga Dimensi
Pembagian media tiga dimensi menurut jenis model dan penggunaannya terbagi menjadi lima bagian yaitu Model Padat, Model Penampang, Model Kerja, Mocks-up, dan Diorama dimana masing-masing dari kelima model tersebut memiliki ciri khas tersendiri, antara lain:
1.      Model Padat (solid model)
Model padat yaitu memperlihatkan bagian permukaan luar dari pada objek dan sering kali membuang bagian-bagian yang membingungkan gagasan-gagasan utamanya dari bentuk, warna dan susunannya. Contoh model padat yaitu boneka, bendera, bola, anatomi manusia. Guna model padat untuk membantu dan melayani para siswa sebagai informasi berbagai pengetahuan agar siswa lebih paham dalam pelajaran.
2.      Model penampang (cuteway model)
Model penampang yaitu memperlihatkan bagaimana sebuah objek itu tampak, apabila bagian permukaannya diangkat untuk mengetahui susunan bagian dalamnya. Model ini berguna untuk mata pelajaran biologi, karena berfungsi untuk mengganti objek sesungguhnya. Beberapa contoh model penampang adalah:
a.       Anatomi manusia dan hewan : mata, gigi, kepala, otak, tulang belulang, paru-paru, jantung, bagian ginjal.
b.      Kehidupan tumbuh-tumbuhan: daun, batang, tangkai, akar, biji, tunas, bunga, buah-buahan.
3.      Model kerja (working model)
Model kerja yaitu tiruan dari objek yang memperlihatkan bagian luar dari objek asli. Gunanya untuk memperjelas dalam pemberian materi kepada siswa. Beberapa contoh model kerja adalah:
a.       Alat-alat matematika: mistar-sorong, busur derajat.Peralatan musik: biola, seruling, terompet, piano, tamburin.
b.      Mock-ups, yaitu penyederhanaan susunan bagian pokok dan suatu proses atau sistem yang lebih ruwet. Guru menggunakan mock-up untuk memperlihatkan bentuk berbagai objek nyata seperti kondensator-kondensator, lampu-lampu tabung,serta pengeras suara, lambang-lambang yang berbeda dengan apa yang tertera di dalam diagram.
c.       Diorama, yaitu sebuah pemandangan 3 dimensi mini bertujuan menggambarkan pemandangan sebenarnya. Contoh: Diorama di bagian bawah Monas Jakarta.

C.    Karakteristik Media Pembelajaran Tiga Dimensi
Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga dimensional. Kelompok media ini dapat berwujud sebagai benda asli baik hidup maupun mati, dan dapat pula berwujud sebagai tiruan yang mewakili aslinya. Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat dibawa langsung ke kelas, atau siswa sekelas dikerahkan langsung ke dunia sesungguhnya di mana benda asli itu berada. Apabila benda aslinya sulit untuk dibawa ke kelas atau kelas tidak mungkin dihadapkan langsung ke tempat di mana benda itu berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media pembelajaran yang efektif, seperti contoh berikut,
1.      Widya wisata adalah kegiatan belajar yang dilaksanakan melalui kunjungan ke suatu tempat di luar kelas sebagai bagian integral dari seluruh kegiatan akademis dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.
2.      Belajar benda sebenarnya melalui Specimen secara Terminologi artinya benda sebenarnya digolongkan atas dua, yaitu obyek dan benda contoh (specimen). Obyek adalah semua benda yang masih dalam keadaan asli dan alami. Sedangkan specimen adalah benda-benda asli. Namun ada juga benda asli tidak alami atau benda asli buatan, yaitu jenis benda asli yang telah dimodifikasi bentuknya oleh manusia.
3.      Belajar melalui Media tiruan sering disebut sebagai model. Belajar melalui model dilakukan untuk pokok bahasan tertentu yang tidak mungkin dapat dilakukan melalui pengalaman langsung atau melalui benda sebenarnya.
4.      Peta timbul yang secara fisik termasuk model lapangan, adalah peta yang dapat menunjukkan tinggi rendahnya permukaan bumi.
5.      Globe (model perbandingan) adalah benda tiruan dari bentuk bumi yang diperkecil. Globe dapat memberikan keterangan tentang permukaan bumi pada umumnya dan khususnya tentang lingkungan bumi, aliran sungai, dan langit.
6.      Boneka yang merupakan salah satu model perbandingan adalah benda tiruan dari bentuk manusia dan atau binatang.
Pengklasifikasian sebagaimana yang telah dibahas pada uraian terdahulu menjelaskan karakteristik atau ciri-ciri spesifik masing-masing media berbeda satu sama yang lainnya sesuai dengan tujuan dan maksud pengelompokan. Karakteristik media dapat dilihat dari kemampuan membangkitkan rangsangan indra penglihatan, pendengaran, perabaan percakapan, maupun penciuman atau kesesuainnya dengan tingkat hirarki belajar. Secara umum karakteristik media tiga dimensi adalah sebagai berikut:
1.      Pesan yang sama dapat disebarkan keseluruh siswa secara serentak.
2.      Penyajiannya berada dalam kontrol guru
3.      Cara penyimpanannya mudah (praktis)
4.      Dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera,
5.      Menyajikan objek-objek secara diam,
6.      Terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan gelap,
7.      Lebih mahal dari kelompok media grafis,
8.      Sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu
9.      Sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual,
10.  Praktis digunakan untuk semua ukuran ruangan kelas,
11.  Mampu menyajikan teori dan praktik secara terpadu.


D.    Kelebihan dan Kekurangan Media Tiga Dimensi
Kelebihan Media Tiga Dimensi yaitu, Menurut Moedjiono (1992) kelebihan dari media visual tiga dimensi:
1.      Memberikan pengalaman secara langsung
2.      Penyajian secara konkrit dan menghindari verbalisme
3.      Dapat menunjukkan objek secara utuh baik kontruksi maupun cara kerjanya
4.      Dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas
5.      Dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas.

Kelemahan Media Tiga Dimensi yaitu,
1.      Tidak bisa menjangkau sasaran dalam jumlah
2.      Penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatan yang rumit
3.      Untuk membuat alat peraga ini membutuhkan biaya yang besar
4.      Anak tuna netra sulit untuk membandingkannya.






BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Media tiga dimensi ialah sekelompok media tanpa proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga dimensional. Pembagian media tiga dimensi menurut jenis model dan penggunaannya terbagi menjadi lima bagian yaitu Model Padat, Model Penampang, Model Kerja, Mocks-up, dan Diorama. Secara umum karakteristik media tiga dimensi adalah sebagai berikut: Pesan yang sama dapat disebarkan keseluruh siswa secara serentak, Penyajiannya berada dalam kontrol guru, Cara penyimpanannya mudah (praktis), Dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera, Menyajikan objek-objek secara diam, Terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan gelap, Lebih mahal dari kelompok media grafis, Sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu, Sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual, Praktis digunakan untuk semua ukuran ruangan kelas, Mampu menyajikan teori dan praktik secara terpadu.Kelebihan Media Tiga Dimensi yaitu, Memberikan  pengalaman secara langsung, Penyajian secara konkrit dan menghindari verbalisme, Dapat menunjukkan objek secara utuh baik kontruksi maupun cara kerjanya, Dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas, Dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas. Kelemahan Media Tiga Dimensi yaitu, Tidak bisa menjangkau sasaran dalam jumlah, Penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatan yang rumit, Untuk membuat alat peraga ini membutuhkan biaya yang besar, Anak tuna netra sulit untuk membandingkannya




















DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Karakteristik media pembelajaran tiga dimensi. Jakarta. 2011. Online (http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2156055-karakteristik-media-pembelajaran-tiga-dimensi/#ixzz2w0EfCduO)
Juwita, Eka. Analisis media tiga dimensi. Jakarta. 2012. Online (http://catatanharian1.blogspot.com/2012/07/analisis-media-tiga-dimensi.html)

Apa dan Bagaimana ISBN & ISSN itu ?

Posted by Bahtiar on 05.16



A. ISBN
ISBN adalah singkatan dari International Standard Book Number atau Sistem Nomor Buku Standar Internasional. ISBN diperuntukkan bagi buku-buku yang dapat diterapkan pada setiap bahan yang dikeluarkan oleh suatu penerbit atau yang dikumpulkan oleh perpustakaan. Tujuannya adalah untuk mengkoordinasikan dan menstandardisasikan pemakaian nomor-nomor buku secara internasional. Sehingga suatu ISBN menunjukkan satu judul atau satu edisi dari satu penerbit tertentu.
Setiap ISBN terdiri atas sepuluh angka / bilangan, yang terbagi dalam empat kelompok, misalnya : ISBN 0 553 13030 7
0               = pengenal kelompok
553           = prefiks / pengenal penerbit
13030       = nomor judul
7               = angka pengecek

·         Kelompok pengenal : kelompok angka yang membedakan kelompok-kelompok penerbit secara nasional, geografis, bahasa atau batas-batas partinen lainnya.
·         Prefiks / pengenal penerbit : kelompok angka yang menyatakan penerbit suatu buku tertentu.
·         Pengenal judul : angka yang membedakan judul tertentu oleh penerbit tertentu dari judul-judul lainnya, yang biasanya ditentukan oleh penerbit sendiri.
·         Angka pengecek : angka tunggal yang merupakan pengecek terhadap betul tidaknya suatu ISBN
ISBN adalah nomor pengenal khusus yang dapat dipakai secara internasional bagi pelayanan bibliografis dengan tape magnetis dan juga dalam pertukaran data.

1.      Beberapa Hal Terkait Pengurusan ISBN
·         Formulir pendaftaran ISBN dapat diperoleh di Perpustakaan Nasional.
·         Biaya registrasi Rp. 5.000
·         Formulir yang telah diisi diserahkan kembali bersama dengan copy cover, halaman copyright dan  beberapa contoh halaman dalam buku.
·         Minimal pengurusan 5 judul buku
·         Ada dua jenis nomor kode ISBN. Kode biasa harganya Rp. 25.000, sedangkan yang memiliki barcode Rp. 60.000

B.     ISSN
Sedangkan ISSN adalah singkatan dari International Standard Serial Number atau Standar Internasional Nomor Majalah (mis: ISSN 0126-1460). ISSN (International Standard of Serial Number) merupakan nomor pengenal yang diberikan kepada terbitan berkala. Termasuk dalam terbitan berkala adalah majalah, surat kabar, newsletter (warta), buku tahunan, laporan tahunan, maupun prosiding.
Deretan 8 angka tersebut merupakan nomor pengenal dari majalah tersebut,. Manfaat dari nomor ISSN ini adalah memudahkan pelaksanaan administrasi seperti pemesanan sebuah majalah akan cukup dengan menyebutkan nomor ISSN-nya. Nomor ISSN ini akan menghilangkan keragu-raguan karena ternyata banyak majalah yang sama atau hampir sama judul / namanya.
Jadi, setiap majalah mempunyai ISSN-nya sendiri, yang tidak akan dipakai oleh majalah lain. Bila majalah berganti judul, maka majalah itu juga akan memperoleh nomor ISSN baru. Ini diberikan kepada semua jenis majalah, termasuk penerbitan berseri.
ISSN diberikan oleh ISDS (International Serial Data System) yang berkedudukan di Paris, Perancis. ISDS mendelegasikan pemberian ISSN baik secara regional maupun nasional. Pusat regional untuk Asia berkedudukan di Thai National Library, Bangkok-Thailand. Untuk Indonesia, yang ditugaskan memantau terbitan berkala yang dipublikasikan dan memberikan ISSN adalah PDII-LIPI Jakarta.

1.      Beberapa Hal Terkait Pengurusan ISSN
Terbitan bekala yang akan mendapatkan ISSN harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
·         Membuat surat permohonan
·         Mengirim (dua) eksemplar terbitan terakhir apabila sudah diterbitkan dan (tiga) lembar fotokopi halaman muka (sampul depan) majalah yang akan terbit lengkap dengan penulisan volume, nomor, dan tahun terbit dalam angka Arab
·         Satu lembar fotokopi daftar isi yang akan terbit
·         Satu lembar fotokopi daftar dewan redaksi
·         Mengisi formulir bibliografi majalah dan formulir evaluasi yang disediakan PDII, kemudian dikirim kembali melalui email
·         Membayar biaya administrasi sebesar Rp. 200.000,-  (Dua ratus ribu rupiah) ke rekening PDII-LIPI No Account: 070-0000089198
Bank Mandiri Cabang Graha Citra Caraka Kantor Telkom Pusat
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site