PENGERTIAN DAN RUANG
LINGKUP PSIKOLOGI PENDIDIKAN
A.
Pengertian
Psikologi Pendidikan Menurut para ahli dalam pendidikan.
1. Witherington
(Buchori, 1988) : Psikologi Pendidikan merupakan suatu studi yang sistematis
tentang proses-proses dan factor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan Manusia.
2. Barlow
(1985): Psikologi Pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset
psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda dalam
melaksakan tugas sebagai seorang guru dalam proses belajar mengajar secara
lebih efektif
3. Dirgagunarsa,
1978:12 : Psikologi Pendidikan merupakan cabang dari Psikologi. Secara harfiah
atau etimologis, Psikologi berasal dari kata “Psychy” yang berarti jiwa dan
“Logos” yang berarti ilmu. Psikologi mengandung makna yaitu ilmu jiwa yang
berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari jiwa manusia melalui
gejala-gejalanya, aktifitas, aktivitas-aktivitasnya atau prilaku manusia.
Kajian tentang kejiwaan manusia telah dilakukan sejak lamaakan tetapi masih
dalam kajian filsafat dan psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri dimulai
sejak W.Wund membuka laboratorium psikologi yang pertama pada tahun 1879 di
leipziq.
4. Tardif
(1987) : psikologi Pendidikan mirip dengan takrif yang dikemukakan oleh barlow
dalam arti cenderung menganggapnya semata-mata sebagai ilmu terapan. Menurutnya
psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan
penerapan pengetahuan tentang prilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.
Adapun runag lingkupnya, meliputi:
a) Context
of teaching and learning (situasi atau tempat yang berhubungan dengan mengajar
dan belajar);
b) Proses
Of teaching and learning (tahapan-tahapan dalam mengajar dan belajar); dan
c) Outcomes
of teaching and learning (hasil-hasil yang dicapai oleh proses mengajar dan
belajar).
5. Arthur
S. Reber (1988): Ppsikologi Pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi
yang berkaitan dengan teori dan dan masalah kependidikan yang berguna dalam
hal-hal berikut:
a) Penerapan
prinsip-prinsip belajar dalam kelas
b)
Pengembangan dan
pembaruan kurikulum
c)
Ujian dan evaluasi
bakat dan kemampuan
d)
Sosialisasi
proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah
kognitif.
e)
Penyelenggaraan
pendidikan keguruan.
B.
Ruang
Lingkup Psikologi Pendidikan
Pada uraian tentang tentang psikologi
pendidikan telah tersirat pembahasan tentang ruang lingkup atau lapangan
psikologi pendidikan, namun untuk mengkaji secara spesifik dan secara rinci
tentang ruang lingkup kajian psikologi pendidikan, maka perlu dilakukan
pembahasan secara tersendiri dalam suatu topik khusus.
1. Soerjabrata
(1974:6-13) mengemukakan ruang lingkup bidang kajian psikologi pendidikan
dilihat dari segi situasi dan proses pendidikan dengan anak didik sebagai
pusatnya, yaitu kajian psikologi tentang siswa dalam situasi pandidikan dalam
peninjauan dalam peninjauan statis dan dinamis serta kajian hal-hal lain yang
erat kaitannya dengan situasi dan proses pendidikan di kelas.
2. La
Sulo (1990:16) dalam peninjauan secara statis, kajian psikologi tentang siswa
dalam situasi pendidikan mencakup kajian tentang gejala-gejala jiwa atau
aktifitas dan tingkah laku yang umum yang terdapat pada manusia umumnya, yaitu
perhatian, pengamatan, tanggapan, ingatan, fantasi, berfikir, sikap, minat,
motivasi, intelegensi, dan sebagainya dan kajian tentang perbedaan-perbedaan
individual antara individu-siswa yang mencakup perbedaan dari segi kepribadian,
intelegensi, bakat, minat, dan sebagainya. Sedangkan dalam peninjauan secara
dinamis, yaitu mencakup kajian psikologi tentang individu siswa dalam proses pendidikan,
yakni perubahan tingkah laku dan cara-cara penilaiannya dalam pendidikan yang
mencakup: (1) perubahan perilaku karena perumbuhan dan perkembangan atau karena
peserta didik mengalami proses pemetangan dan pendewasaan, (2) perubahan
perilaku karena belajar merupakan faktor terpenting dalam proses pendidikan dan
pembelajaran, (3) cara-cara mengukur atau mengevaluasi pencapaian karena
perubahan-perubahan tersebut, khususnya karena belajar.
3. Suardiman
(1988:6) mengemukakan bahwa ada tiga elemen yang menjadi pusat perhatian dalam
pendidikan yang juga menjadi pusat perhatian oleh para ahli psikologi
pendidikan dan para guru, yaitu anak didik, proses belajar, dan situasi
belajar. Ketiga elemen ini saling berkaitan satu sama lain.
4. Slameto
(1988:68) menyatakan bahwa agar proses pembelajaran dikelas dapat maksimal dan
optimal, maka hubungan antara guru dengan peserta didik dan hubungan antara
peserta didik dengan sesama peserta didik yang lain harus timbal balik dan
komunikatif satu sama lainnya. Proses pembelajaran hanya dapat terjadi jika
antara guru dengan siswa terjadi komunikasi dan interaksi timbal balik yang
edukatif. Jadi proses pembelajaran dikelas dipengaruhi oleh hubungan yang ada
dalam proses pembelajaran itu sendiri jadi cara belajar siswa juga dipengaruhi
oleh relasi siswa dengan gurunya.
DAFTAR PUSTAKA
Hadis, A. (2008). Psikologi dalam pendidikan. Bandung:
Alfabeta.
Suryabrata, S. (2004). Psikologi pendidikan. Jakarta:
RajaGrafindo.
Dalyono, M. (2005). Psikologi pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Muhibbin, S.
(2007). Pesikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Diargagunarsa, S.
(1978). Pengantar Psikologi. Jakarta: Mutiara.
La Sulo, S. L.
(1990). Pengantar Bimbingan-Konseling dan Psikologi Pendidikan. Ujung Pandang:
FIK IKIP .
Suardiman, S. P.
(1988). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: IKIP.







0 komentar:
Posting Komentar