font-weight:bold;"> Selamat Datang dibolg Media pembelajaran yang merupakan alat bantu proses belajar mengajar saya

Selasa, 03 Juni 2014

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Posted by Bahtiar on 05.27



PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PSIKOLOGI PENDIDIKAN
A.    Pengertian Psikologi Pendidikan Menurut para ahli dalam pendidikan.
1.      Witherington (Buchori, 1988) : Psikologi Pendidikan merupakan suatu studi yang sistematis tentang proses-proses dan factor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan  Manusia.
2.      Barlow (1985): Psikologi Pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda dalam melaksakan tugas sebagai seorang guru dalam proses belajar mengajar secara lebih efektif
3.      Dirgagunarsa, 1978:12 : Psikologi Pendidikan merupakan cabang dari Psikologi. Secara harfiah atau etimologis, Psikologi berasal dari kata “Psychy” yang berarti jiwa dan “Logos” yang berarti ilmu. Psikologi mengandung makna yaitu ilmu jiwa yang berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari jiwa manusia melalui gejala-gejalanya, aktifitas, aktivitas-aktivitasnya atau prilaku manusia. Kajian tentang kejiwaan manusia telah dilakukan sejak lamaakan tetapi masih dalam kajian filsafat dan psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri dimulai sejak W.Wund membuka laboratorium psikologi yang pertama pada tahun 1879 di leipziq.
4.      Tardif (1987) : psikologi Pendidikan mirip dengan takrif yang dikemukakan oleh barlow dalam arti cenderung menganggapnya semata-mata sebagai ilmu terapan. Menurutnya psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang prilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan. Adapun runag lingkupnya, meliputi:
a)      Context of teaching and learning (situasi atau tempat yang berhubungan dengan mengajar dan belajar);
b)      Proses Of teaching and learning (tahapan-tahapan dalam mengajar dan belajar); dan
c)      Outcomes of teaching and learning (hasil-hasil yang dicapai oleh proses mengajar dan belajar).
5.      Arthur S. Reber (1988): Ppsikologi Pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal berikut:
a)         Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
b)      Pengembangan dan pembaruan kurikulum
c)      Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
d)     Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif.
e)      Penyelenggaraan pendidikan keguruan.



B.     Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan
Pada uraian tentang tentang psikologi pendidikan telah tersirat pembahasan tentang ruang lingkup atau lapangan psikologi pendidikan, namun untuk mengkaji secara spesifik dan secara rinci tentang ruang lingkup kajian psikologi pendidikan, maka perlu dilakukan pembahasan secara tersendiri dalam suatu topik khusus.
1.      Soerjabrata (1974:6-13) mengemukakan ruang lingkup bidang kajian psikologi pendidikan dilihat dari segi situasi dan proses pendidikan dengan anak didik sebagai pusatnya, yaitu kajian psikologi tentang siswa dalam situasi pandidikan dalam peninjauan dalam peninjauan statis dan dinamis serta kajian hal-hal lain yang erat kaitannya dengan situasi dan proses pendidikan di kelas.
2.      La Sulo (1990:16) dalam peninjauan secara statis, kajian psikologi tentang siswa dalam situasi pendidikan mencakup kajian tentang gejala-gejala jiwa atau aktifitas dan tingkah laku yang umum yang terdapat pada manusia umumnya, yaitu perhatian, pengamatan, tanggapan, ingatan, fantasi, berfikir, sikap, minat, motivasi, intelegensi, dan sebagainya dan kajian tentang perbedaan-perbedaan individual antara individu-siswa yang mencakup perbedaan dari segi kepribadian, intelegensi, bakat, minat, dan sebagainya. Sedangkan dalam peninjauan secara dinamis, yaitu mencakup kajian psikologi tentang individu siswa dalam proses pendidikan, yakni perubahan tingkah laku dan cara-cara penilaiannya dalam pendidikan yang mencakup: (1) perubahan perilaku karena perumbuhan dan perkembangan atau karena peserta didik mengalami proses pemetangan dan pendewasaan, (2) perubahan perilaku karena belajar merupakan faktor terpenting dalam proses pendidikan dan pembelajaran, (3) cara-cara mengukur atau mengevaluasi pencapaian karena perubahan-perubahan tersebut, khususnya karena belajar.
3.      Suardiman (1988:6) mengemukakan bahwa ada tiga elemen yang menjadi pusat perhatian dalam pendidikan yang juga menjadi pusat perhatian oleh para ahli psikologi pendidikan dan para guru, yaitu anak didik, proses belajar, dan situasi belajar. Ketiga elemen ini saling berkaitan satu sama lain.
4.      Slameto (1988:68) menyatakan bahwa agar proses pembelajaran dikelas dapat maksimal dan optimal, maka hubungan antara guru dengan peserta didik dan hubungan antara peserta didik dengan sesama peserta didik yang lain harus timbal balik dan komunikatif satu sama lainnya. Proses pembelajaran hanya dapat terjadi jika antara guru dengan siswa terjadi komunikasi dan interaksi timbal balik yang edukatif. Jadi proses pembelajaran dikelas dipengaruhi oleh hubungan yang ada dalam proses pembelajaran itu sendiri jadi cara belajar siswa juga dipengaruhi oleh relasi siswa dengan gurunya.



DAFTAR PUSTAKA
Hadis, A. (2008). Psikologi dalam pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suryabrata, S. (2004). Psikologi pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo.
Dalyono, M. (2005). Psikologi pendidikan. Jakarta:  Rineka Cipta.
Muhibbin, S. (2007). Pesikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Diargagunarsa, S. (1978). Pengantar Psikologi. Jakarta: Mutiara.
La Sulo, S. L. (1990). Pengantar Bimbingan-Konseling dan Psikologi Pendidikan. Ujung Pandang: FIK IKIP .
Suardiman, S. P. (1988). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: IKIP.



0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site